Sabtu, 26 Februari 2011

aku dan langit


Langit tetap setia menemaniku
Selalu seperti itu setiap hari, tak pernah berubah
Hanya mengikuti alam, seperti aku yang mengikuti emosiku
Aku tersenyum ceria seperti langit yang cerah saat semuanya berjalan sempurna .
Baik aku maupun langit , menangis saat tak bisa membendung beratnya beban kami lagi .
Ku ciptakan seni paling indah saat sedih itulah curahan semua perasaanku .
Seperti langit menampakkan pelangi paling indah setelah ia menangis .
Dan setelah saat-saat menyedihkan, aku akan tersenyum lagi
Seperti matahari yg selalu tersenyum setiap harinya menghadapi pagi baru yang indah .
Seperti malam, aku terlihat gelap di satu sisi .
Tapi dari sisi gelapku aku mempunyai perasaan yang dalam seperti bulan .
Aku merindukan orang yg kusayang seperti bulan merindukan matahari .
Walau berjuta bintang menemani, aku tidak akan bisa mendapatkan orang yg kusayangi lagi .
Seandainya aku bisa duduk di atas awan itu dan merasakan angin yang lalu lalang disana , betapa indahnya dunia .
Bisa menatapnya, walau tak memilikinya.
Sedalam itukah perasaan cinta ?
Merelakan seseorang yg ku sayang bersama orang lain asal mereka bahagia ?
Tapi benarkah dia bahagia?
Kalau aku kembali membuka lembaran demi lembaran dalam hidupku bersamanya , apakah aku akan bisa berhenti berharap ? jawabannya TIDAK
Semuanya sudah selesai, kini ku kan terbit seperti matahari , bergulat dengan hari , berharap akan mendapatkan cinta lain .
Seseorang yg bisa menemaniku, memercayaiku , dan setia seperti langit, tak peduli sejauh apapun dia .
Seseorang yg selalu ada untukku, dimana pun aku berada .
Seseorang yg bisa memperlakukanku istimewa setiap harinya
dan seseorang yang bisa memanggil namaku lembut.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar